Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni, Fase Puncak Haji Resmi Berakhir

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni, Fase Puncak Haji Resmi Berakhir
Ilustrasi jemaah haji. (Antara/Wahyu Putro A.)

Tangjungrimba.com, MAKKAH — Fase puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) resmi berakhir setelah seluruh jemaah haji Indonesia meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah pada Sabtu (30/5/2026). Pemulangan jemaah ke Indonesia dijadwalkan mulai berlangsung pada 1 Juni 2026.

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, mengatakan hingga Sabtu pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jemaah Indonesia yang masih berada di Mina telah diberangkatkan menuju hotel di Makkah.

“Alhamdulillah, hari ini kami memastikan bahwa pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah,” ujar Irfan dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu malam.

Sebelumnya, jemaah yang memilih skema Nafar Awal telah lebih dahulu meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah. Dengan selesainya pergerakan jemaah Nafar Tsani pada 13 Zulhijah, seluruh kawasan Mina yang ditempati jemaah Indonesia dinyatakan kosong.

Meski fase Armuzna telah selesai, Irfan menjelaskan masih ada sebagian jemaah yang harus menyelesaikan rangkaian ibadah wajib berupa tawaf ifadah di Masjidil Haram.

Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah akan mendapatkan pendampingan hingga ibadah tersebut tuntas.

“Kami telah memerintahkan seluruh petugas untuk memastikan bahwa setiap jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah dapat menyelesaikannya sebelum kembali ke Tanah Air,” katanya.

Pendampingan khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu agar dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan tertib.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai pelaksanaan fase Armuzna tahun ini secara umum berjalan baik meskipun masih terdapat sejumlah catatan evaluasi.

Menurut Dahnil, sejumlah aspek yang akan menjadi bahan evaluasi meliputi pelayanan di tenda Arafah dan Mina serta tata kelola mabit di Muzdalifah.

“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujarnya.

Atas berbagai kekurangan yang masih terjadi selama fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah Indonesia.

“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” kata Dahnil.

Memasuki tahap berikutnya, operasional haji Indonesia kini berfokus pada proses pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pemulangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.

Sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) akan diberangkatkan melalui Bandara Jeddah menuju berbagai embarkasi di Indonesia.

“Pemulangan akan diawali oleh kloter-kloter awal melalui Bandara Jeddah. Pada 1 Juni, sebanyak 17 kloter dijadwalkan mulai dipulangkan ke Indonesia,” ujar Irfan.

Proses pemulangan jemaah haji Indonesia akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni 2026.

Pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang menguras tenaga setelah menyelesaikan fase Armuzna.

Dahnil meminta jemaah memperbanyak istirahat dan menghindari kegiatan tambahan seperti city tour yang berpotensi mengganggu kondisi fisik menjelang kepulangan.

“Fase pasca-Armuzna merupakan masa yang cukup krusial karena kondisi fisik jemaah umumnya mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat dan menguras tenaga,” ujarnya.

Ia juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), ketua rombongan, serta para pendamping jemaah untuk memastikan seluruh aktivitas jemaah tetap terkoordinasi dengan petugas haji.

Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menyelesaikan ibadah haji hingga kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat, aman, dan memperoleh haji yang mabrur.

Leave a Reply