Tangjungrimba.com, JOGJA — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dibuka. Pemerintah DIY menyiapkan total 33.279 kursi dengan proses seleksi yang dilaksanakan secara daring penuh.
Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DIY Nomor 95 Tahun 2026. Sistem seleksi tahun ini menggabungkan nilai akademik dan rapor serta dibagi ke dalam beberapa jalur penerimaan.
Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, memastikan seluruh tahapan seleksi mengedepankan prinsip keadilan dan transparansi.
“Seluruh tahapan seleksi diselenggarakan secara transparan dan bebas dari praktik titipan,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Dari total daya tampung yang tersedia, sebanyak 15.048 kursi dialokasikan untuk SMA Negeri dan 18.231 kursi untuk SMK Negeri di seluruh DIY.
Kuota dan Jalur SPMB DIY 2026
Seleksi penerimaan siswa baru dibagi menjadi empat jalur utama, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Jalur domisili memiliki kuota terbesar, yakni 35 persen, yang mencakup sistem zonasi berbasis radius dan wilayah.
Sementara itu, jalur afirmasi dengan kuota sekitar 30 persen diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan.
Untuk jalur prestasi, calon siswa diwajibkan memenuhi syarat nilai gabungan minimal 280, khususnya bagi pendaftar dari luar rayon tertentu.
Adapun jalur mutasi diperuntukkan bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.
Dalam proses seleksi, penilaian dilakukan dengan komposisi 60 persen dari hasil tes kemampuan akademik dan ASPD serta 40 persen dari nilai rapor selama lima semester.
Tahapan SPMB dimulai dari verifikasi dokumen pada awal Juni 2026. Selanjutnya, proses pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 22-25 Juni 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 26 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.
Di tingkat sekolah, berbagai persiapan juga mulai dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB. SMA Negeri 6 Yogyakarta, misalnya, telah membentuk tim khusus SPMB dan membuka layanan informasi bagi masyarakat.
Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta, Sri Moerni, mengatakan sekolah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang layanan, perangkat komputer, hingga pendampingan bagi orang tua.
Sekolah tersebut membuka delapan rombongan belajar dengan total kapasitas 288 siswa, termasuk kuota siswa inklusi.
“Beberapa orang tua sudah mulai datang untuk mencari informasi, sehingga layanan kami sudah berjalan sejak sekarang,” ujarnya.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan transparan, SPMB DIY 2026 diharapkan mampu memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon siswa untuk mengakses pendidikan berkualitas di sekolah negeri.

Leave a Reply