Tangjungrimba.com, SEMARANG — Persaingan masuk SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 masih ketat. Daya tampung sekolah negeri dan sekolah kemitraan hanya mampu menampung sekitar empat dari setiap 10 lulusan SMP di provinsi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan jumlah lulusan SMP tahun ini diperkirakan mencapai 567.500 siswa. Sementara daya tampung SMA/SMK negeri termasuk sekolah kemitraan hanya 231.724 kursi.
“Perkiraan lulusan SMP tahun ini di angka 567.500 sekian, sementara daya tampung kita 231.724 termasuk sekolah kemitraan. Jadi kami baru memenuhi sekitar 40,83 persen,” kata Sunarto saat ditemui Espos di kantornya, Rabu (3/6/2026).
Jika dikalkulasikan, setiap 10 lulusan SMP di Jawa Tengah harus berebut sekitar empat kursi yang tersedia di SMA/SMK negeri dan sekolah kemitraan.
Angka tersebut menunjukkan ketersediaan sekolah negeri masih jauh di bawah jumlah lulusan SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah.
Masih Ada 21 Kecamatan Blank Spot
Sunarto mengakui masih terdapat 21 kecamatan yang masuk kategori blank spot atau belum memiliki SMA maupun SMK negeri.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan daya tampung pendidikan menengah di Jawa Tengah belum mampu menembus angka 50 persen.
“Masih ada 21 kecamatan yang masuk kategori blank spot. Sebelumnya ada 24, tapi tahun sekarang berkurang setelah ada pembangunan sekolah di Pemalang,” paparnya.
Untuk mengatasi blank spot dan memperluas daya tampung pendidikan menengah, Disdik Jateng menggandeng 139 sekolah swasta dalam program sekolah kemitraan.
Setiap tahun, Disdik Jateng menyalurkan bantuan Rp2 juta per siswa kepada sekolah yang tergabung dalam program tersebut.
Karimunjawa Dapat Kuota Khusus
Selain memperluas daya tampung melalui sekolah kemitraan, Disdik Jateng juga memberikan perlakuan khusus bagi lulusan SMP di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, pada SPMB 2026.
Wilayah kepulauan tersebut hanya memiliki satu SMK negeri dan belum memiliki SMA negeri.
“Anak-anak di sana kalau mengikuti seleksi reguler melalui jalur domisili ke SMA yang ada di Jepara pasti kalah jarak, karena berada di seberang laut. Maka Karimunjawa secara khusus kita berikan kuota 5 persen untuk mendaftar di SMA Negeri di Jepara,” papar Sunarto.
Menurut dia, Karimunjawa menjadi satu-satunya wilayah yang memperoleh kebijakan tersebut karena kondisi geografisnya berbeda dengan daerah lain yang sudah memiliki SMA atau SMK negeri dan terhubung langsung dengan wilayah sekitarnya.
Meski daya tampung masih cukup timpang, jumlah kursi yang tersedia pada SPMB 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Pada SPMB 2025, total daya tampung mencapai 230.019 kursi yang terdiri atas 121.572 kursi SMA, 108.447 kursi SMK, dan 5.004 kursi sekolah mitra.
“Tahun ini jumlah kursinya bertambah menjadi 231.724 kursi atau naik sekitar 0,74 persen. Dengan rincian 122.616 kursi SMA, 109.108 kursi SMK dan 5.004 kursi sekolah mitra,” tandasnya.

Leave a Reply