Tangjungrimba.com, SOLO – Kota Solo mulai membangun identitas baru sebagai wellness city. Salah satunya melalui event Suaraga. Pemkot Solo tidak menggunakan APBD dalam city branding kali ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan visi Pemkot Solo menjadi Solo sebagai wellness city pada 2030. Untuk menuju wellness city, salah satu upaya yang dilakukan dengan membangun brand melalui event Suaraga.
Suaraga merupakan festival yang memadukan musik, kebugaran, budaya, kreativitas, dan aktivitas komunitas. Pada event perdana tahun ini, Suaraga mengusung semangat Pagi untuk Raga, Malam untuk Suara.
Suaraga menghadirkan tiga unsur utama, yakni suara, raga, dan karya. Unsur raga diwujudkan melalui yoga, mat pilates, senam kesegaran jasmani, dance cardio, dan berbagai pengalaman wellness.
Unsur karya ditampilkan melalui instalasi seni, pasar kreatif, kuliner, serta keterlibatan komunitas. Sementara itu, unsur suara diwujudkan melalui pertunjukan musik yang berlangsung dari sore hingga malam hari.
“Suaraga ini hadir untuk Kota Solo, membangun brand Solo sebagai Wellness City pada 2030. Festival ini mempertemukan suara, raga, dan karya dengan nilai-nilai budaya Jawa,” ujar Respati.
Melalui kegiatan tersebut, kata dia, Pemkot Solo juga memperkenalkan konsep Jawa Wellness, yaitu pendekatan kebugaran yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga keseimbangan pikiran, jiwa, kehidupan sosial, dan lingkungan.
“Taman Balekambang dipilih karena memiliki lingkungan hijau, nilai sejarah, serta kedekatan dengan perjalanan seni dan budaya Kota Solo,” papar dia.
Dia mengatakan Taman Balekambang merupakan kawasan yang dibangun pada masa KGPAA Mangkunegara VII. Kawasan itu dinilai sesuai untuk menjadi ruang kegiatan kebugaran sejak pagi, aktivitas kreatif pada siang hari, serta pertunjukan musik pada malam hari.
Terkait pembiayaan, Respati menegaskan bahwa penyelenggaraan utama Suaraga tidak dibiayai secara langsung melalui APBD Kota Solo. “Pemerintah Kota Surakarta memberikan dukungan fasilitasi, termasuk koordinasi dan keringanan penggunaan lokasi di Taman Balekambang,” kata Respati.
Penyelenggaraan Suaraga diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan, meningkatkan okupansi perhotelan, menggerakkan sektor kuliner dan ekonomi kreatif, serta memberikan dampak terhadap retribusi dan pendapatan daerah.
Respati berharap Suaraga tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi awal bagi lahirnya berbagai kegiatan serupa yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan kreator lokal.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. SUARAGA menjadi salah satu milestone atau tonggak awal menuju Solo sebagai Wellness City 2030. Kegiatan-kegiatan semacam ini sangat penting. Karena itu, pelaku usaha lokal akan kami bantu dan dorong agar mampu menyelenggarakan acara yang semakin baik dari waktu ke waktu,” ungkap dia.
Perwakilan Suaraga sekaligus COO MADHAUS Suherman Soemardi menjelaskan Kota Solo melalui Suaraga ingin menunjukkan bahwa budaya Jawa dapat terus berkembang dan dipadukan dengan musik, kreativitas, aktivitas komunitas, serta gaya hidup sehat.
“Kami melibatkan anak muda Solo yang haus ruang ekspresi dan jejaring kreatif, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang ingin mendapatkan pengalaman otentik, dan pemerintah serta sponsor yang ingin mendukung kota masa depan,” ujar dia.
Menurut dia, Suaraga dilakukan melalui medium city branding, creative event, ecosystem, dan social media. Pada hari pertama, panggung musik Suaraga akan menghadirkan Barasuara, Nadhif Basalamah, SORE, Silampukau, serta Man Osman bersama Traffic Jam dalam Special Keroncong Set.
Pada hari kedua, pengunjung dapat menikmati penampilan MALIQ & D’Essentials, ALI, FSTVLST, Fanny Soegi, dan UCUPOP. Sedangkan rangkaian olahraga dan wellness akan melibatkan Anjasmara, Amanda Tasning, Debbie dan Deecee, Sazou Gautama, Rindu dan Carissa bersama Ify Alyssa, Tari, serta Laila Munaf, Meiske, dan Wulan.
Atsiri Jawa juga akan menghadirkan Premium Wellness Experience melalui rangkaian Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra. Program tersebut mengajak pengunjung merasakan pengalaman wellness melalui gerak, rasa, aroma, dan ketenangan.

Leave a Reply