Eks Gedung Jiwasraya Semarang bakal Disulap Jadi Museum Fotografi Indonesia

Eks Gedung Jiwasraya Semarang bakal Disulap Jadi Museum Fotografi Indonesia
Penampakan eks gedung Jiwasraya di Kota Lama Semarang yang bakal difungsikan sebagai Museum Fotografi Indonesia, Selasa (21/7/2026) (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Tangjungrimba.com, SEMARANG — Eks Gedung Jiwasraya di kawasan Kota Lama Semarang segera memasuki babak baru. Bangunan bersejarah bercat putih itu akan direvitalisasi menjadi Museum Fotografi Indonesia sebagai ruang pelestarian sejarah visual sekaligus destinasi edukasi dan wisata budaya.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, mengatakan pengembangan museum diawali dengan penyusunan kajian teknis untuk memastikan bangunan memenuhi standar museum nasional.

“Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan Danantara untuk mewujudkan Gedung Jiwasraya sebagai Museum Fotografi Indonesia di Kota Semarang,” ujar Restu dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Selasa (21/7/2026).

Menurut Restu, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memungkinkan masyarakat memahami perjalanan bangsa melalui rekaman visual.

Karena itu, pengembangannya akan melibatkan Pemerintah Kota Semarang, kurator, akademisi, komunitas fotografi, hingga para pemilik koleksi foto bersejarah. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan memperkaya narasi sekaligus koleksi yang akan dipamerkan.

“Foto-foto keluarga, dokumentasi kehidupan masyarakat, hingga potret peristiwa penting nasional memiliki nilai sejarah yang dapat melengkapi perjalanan panjang Indonesia,” katanya.

Restu menambahkan, Semarang dipilih sebagai lokasi museum karena memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan dan titik temu berbagai budaya. Kehadiran museum diharapkan semakin menguatkan posisi Kota Semarang sebagai kota yang mampu merawat warisan sejarah sekaligus mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyatakan pembangunan museum berskala nasional tersebut akan memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat Kota Semarang maupun dunia kebudayaan Indonesia.

Pemerintah Kota Semarang, lanjut dia, siap mendukung seluruh tahapan pembangunan, mulai dari proses perizinan, penyediaan sarana pendukung, hingga penghimpunan koleksi yang akan mengisi museum.

“Museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang menginspirasi generasi muda untuk memahami bahwa sebuah foto mampu berbicara melampaui zaman. Satu bingkai bisa merekam kebahagiaan, perjuangan, dan menjadi bukti sejarah yang tak tergantikan,” ujar perempuan yang akrab disapa Iin itu.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fotografi Indonesia, Andi Kusnadi, menilai kehadiran Museum Fotografi Indonesia akan menjadi tonggak penting bagi perkembangan fotografi nasional sekaligus memperkuat upaya dokumentasi sejarah Indonesia.

Menurutnya, museum tersebut dapat menjadi ruang apresiasi bagi para fotografer Indonesia, tempat penyimpanan karya-karya penting, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.

“Di era ketika miliaran foto dihasilkan setiap hari melalui telepon genggam, kehadiran Museum Fotografi Indonesia menjadi pengingat bahwa tidak semua gambar hanya untuk sesaat. Ada foto-foto yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya karena menyimpan nilai sejarah, budaya, dan kemanusiaan,” jelas Andi.

Ia menambahkan, pemanfaatan eks Gedung Jiwasraya sebagai museum juga menjadi contoh pelestarian bangunan cagar budaya yang tetap mempertahankan nilai sejarahnya, sekaligus memberi fungsi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Leave a Reply