Jogja Scooter Parade 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi dan UMKM DIY

Jogja Scooter Parade 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi dan UMKM DIY
Ilustrasi pameran vespa. (Istimewa)Sejumlah Vespa milik komunitas yang mengikuti rangkaian acara Vespa World Days di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/6/2022). (Antara)

Tangjungrimba.com, JOGJA — Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai penyelenggaraan Jogja Scooter Parade (JSP) 2026 berpotensi mendongkrak perekonomian daerah melalui meningkatnya transaksi di sektor pariwisata dan UMKM.

Ajang yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 25-26 Juli 2026 itu diperkirakan menghadirkan ribuan scooterist dari berbagai daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinpar DIY, Iwan Pramana, mengatakan potensi perputaran ekonomi berasal dari belanja pengunjung untuk akomodasi, transportasi, kuliner, suvenir, hingga kunjungan ke destinasi wisata.

“Potensi perputaran ekonomi dapat muncul dari pengeluaran pengunjung untuk akomodasi, transportasi, kuliner, tiket, jasa dokumentasi, produk fesyen, suvenir, aksesori kendaraan, hingga kunjungan ke destinasi wisata lainnya,” ujarnya, Selasa (22/7/2026), dilansir Antara.

Menurut Iwan, subsektor ekonomi kreatif seperti industri modifikasi otomotif, jasa restorasi, pengecatan, komponen aftermarket, grafis kendaraan, penataan area pameran, hingga produk fesyen komunitas diperkirakan turut menikmati dampak ekonomi dari penyelenggaraan acara tersebut.

Ia menilai keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga besarnya transaksi UMKM, keterlibatan tenaga kerja lokal, munculnya pesanan lanjutan, hingga terbentuknya jejaring usaha baru.

“Keberhasilan acara tidak cukup hanya dilihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari besarnya transaksi UMKM, keterlibatan tenaga kerja dan pelaku lokal, munculnya pesanan lanjutan, serta terbentuknya jejaring usaha baru,” katanya.

Iwan berharap Jogja Scooter Parade dapat menjadi ruang bertemunya komunitas, pelaku usaha, dan industri kreatif sekaligus menjadi agenda tahunan yang digelar setiap akhir Juli untuk menjaga keberlanjutan pasar UMKM lokal.

Sementara itu, Penanggung Jawab Jogja Scooter Parade 2026, Cahyo Wijoyono, mengatakan panitia menargetkan 10.000 hingga 12.000 pengunjung dengan melibatkan sekitar 4.000 hingga 5.000 scooterist dari berbagai daerah.

Untuk mendukung perputaran ekonomi, panitia menyiapkan area pameran khusus bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal untuk memasarkan suku cadang, aksesori, hingga produk kerajinan khas Yogyakarta.

“Kita ingin menggali persaudaraan dan mengangkat kreativitas peserta melalui modifikasi motornya, sekaligus mendorong keterlibatan bengkel, perajin, hingga UMKM,” kata Cahyo.

Leave a Reply