Tangjungrimba.com, KARANGANYAR — Soni Wiyanto, 42, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (18/7/2026), ditemukan meninggal dunia di bangunan bekas tempat pembuangan sampah (TPS) di sisi timur Makam Pandes, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Selasa (22/7/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi jenazah telah membengkak dan mengeluarkan aroma menyengat. Penemuan bermula saat petugas kebersihan DLH, Kristanto, hendak membuang sampah di sekitar lokasi dan mencium bau busuk yang tidak biasa.
“Saya datang mau naruh krosok. Posisi kendaraan saya di depan. Terus ada bau menyengat. Saya cari-cari di sekitar TPS tidak ada. Akhirnya saya sama teman-teman penasaran masuk ke dalam bangunan,” ujarnya.
Saat pintu bangunan dibuka, Kristanto mendapati sesosok jenazah tergeletak di dalam ruangan. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada ketua RT setempat. “Posisinya telentang. Sudah mulai membusuk, tubuhnya masih utuh, tetapi warnanya sudah menghitam,” ungkapnya.
Dari identitas yang ditemukan, jenazah diketahui bernama Soni Wiyanto, warga Dusun Pandes RT 007/RW 013, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu.
Sebelumnya, keluarga melaporkan korban hilang ke Polsek Tasikmadu pada Minggu (19/7/2026). Berdasarkan Surat Pemberitahuan Orang Hilang Nomor SPOH/01/VII/2026/Jateng/Reskra/Sek Tsmd, korban meninggalkan rumah pada Sabtu sekitar pukul 04.00 WIB untuk berjalan kaki berolahraga.
Dalam laporan tersebut, keluarga juga menyampaikan korban sedang menjalani pengobatan karena sakit. Namun hingga keesokan harinya korban tak kunjung pulang sehingga keluarga meminta bantuan kepolisian untuk melakukan pencarian.
Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, mengatakan korban telah bekerja sebagai tenaga kebersihan di DLH selama sekitar 10-12 tahun. Ia juga membenarkan korban sempat mengalami gejala stroke sekitar empat bulan terakhir.
“Beliau memang mengalami gejala stroke sekitar empat bulan lalu. Terakhir saya bertemu sekitar sepekan yang lalu. Kondisinya memang belum sepenuhnya pulih,” jelasnya.
Sunarno mengatakan pencarian dilakukan bersama keluarga, kepolisian, BPBD, tim SAR, dan relawan sejak korban dilaporkan hilang. Korban akhirnya ditemukan secara tidak sengaja di bangunan bekas TPS yang sudah lebih dari satu tahun tidak difungsikan.
“Bangunan itu sudah lebih dari setahun tidak dipakai. Saat dicek karena tercium bau menyengat, ternyata benar ada jenazah di dalam,” katanya.
Kronologi Korban Hilang
Kerabat korban, Suwondo, mengatakan berdasarkan cerita istri korban, Soni keluar rumah sebelum waktu subuh. Saat itu korban sempat membuang sampah dan mematikan lampu rumah sebelum pergi. “Ditunggu sampai pagi tidak pulang. Kemudian keluarga mencari ke mana-mana sampai akhirnya ditemukan hari ini,” ujarnya.
Menurut Suwondo, korban memang memiliki kebiasaan berjalan kaki setiap pagi setelah salat Subuh sehingga awalnya keluarga tidak menaruh curiga. “Kalau jalan pagi memang rutinitas beliau setelah Subuh. Kejadian ini di luar dugaan keluarga,” katanya.
Ia juga memastikan tidak ada persoalan dalam keluarga korban. “Sepengetahuan saya tidak ada masalah keluarga. Beliau memang sedang sakit,” ujarnya. Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak.
Sementara itu, Bidan Desa Papahan, Rini Wahyu, yang melakukan pemeriksaan awal di lokasi mengatakan kondisi jenazah telah memasuki fase pembusukan dengan perkiraan meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan.
Menurutnya, terdapat benjolan yang telah mengering di bagian belakang kepala serta luka lecet di pergelangan tangan yang bukan disebabkan benda tajam.
“Jenazah sudah dalam proses pembusukan, diperkirakan sekitar empat hari. Wajah, leher, dan kaki sudah berubah warna kebiruan. Di pergelangan tangan ada luka seperti tergores, bukan akibat benda tajam,” katanya.
Rini menjelaskan benjolan di bagian belakang kepala diduga akibat benturan saat korban terjatuh. Namun, penyebab pasti belum dapat dipastikan. “Bisa karena benturan saat jatuh. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Karena kondisi jenazah sudah membusuk, penyebab pastinya tidak bisa dipastikan dari pemeriksaan awal di lokasi,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan lebih lanjut masih menunggu proses identifikasi dan penyelidikan aparat berwenang.

Leave a Reply