Tangjungrimba.com, BANDARLAMPUNG—Pemerintah berencana membangun 1.988 Puskesmas baru di berbagai daerah pada 2027. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari program penguatan layanan kesehatan masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pembangunan Puskesmas menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Program tersebut menyasar kecamatan yang belum memiliki Puskesmas, wilayah dengan jumlah penduduk yang membutuhkan layanan lebih besar, hingga Puskesmas dengan kondisi bangunan rusak berat.
“Seperti yang kita ketahui Presiden memprioritaskan adanya perbaikan serta pembangunan Puskesmas baru se-Indonesia. Dan ini jadi berita yang sangat baik untuk memperkuat layanan kesehatan,” ujar Benjamin di Bandarlampung, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan sebanyak 1.988 Puskesmas baru akan dibangun pada 2027. Pembangunan diprioritaskan untuk 179 kecamatan yang belum memiliki Puskesmas, 813 Puskesmas yang melayani lebih dari 60.000 penduduk, serta 996 Puskesmas dengan kondisi rusak berat.
“Jadi Puskesmas ini merupakan program prioritas, kita bersyukur karena pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden sangat menitikberatkan kepada pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu,” katanya.
Benjamin menjelaskan desain bangunan Puskesmas baru telah disiapkan dalam dua model. Puskesmas satu lantai akan dibangun di atas lahan sekitar 2.660 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 954 meter persegi.
Sementara Puskesmas dua lantai dirancang memiliki luas tanah sekitar 2.420 meter persegi dan luas bangunan sekitar 1.041 meter persegi.
“1.988 Puskesmas yang kita bangun tahun depan modelnya seperti ini, tanah luasnya mencapai 2.660 meter persegi, dan luas bangunannya kira-kira hampir 1.000 meter persegi,” ucap dia.
Hampir 15.000 Puskesmas Diperbaiki
Selain pembangunan Puskesmas baru, pemerintah juga menyiapkan program renovasi dan perbaikan fasilitas kesehatan yang telah ada.
Sebanyak 8.001 Puskesmas dengan kategori rusak sedang akan direnovasi. Pemerintah juga menyiapkan kebutuhan prasarana, termasuk ambulans dan fasilitas pendukung lainnya, untuk 4.962 unit.
Secara keseluruhan, terdapat 14.951 unit Puskesmas yang menjadi sasaran pembangunan, renovasi, dan pemenuhan prasarana pada 2027.
Menurut Benjamin, program tersebut merupakan bagian dari rencana perbaikan sekitar 10.000 Puskesmas di 7.285 kecamatan di Indonesia. Program itu akan dimulai pada 2027 dengan anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar untuk setiap Puskesmas.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat di 514 kabupaten dan kota. Seluruh program penguatan fasilitas kesehatan tersebut ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2030.

Leave a Reply