KARTASURA — Suasana budaya dan spiritual mewarnai kawasan Bangsal di dalam Benteng Petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam. Masyarakat Kartasura dan sekitarnya berkumpul dalam acara Umbul Donga dan Penyerahan Keris Kyai Kertasura.

Penyerahan keris saat umbul donga di bangsal petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam.
Acara yang berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 23.00 WIB tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat. Selain prosesi penyerahan keris, kegiatan juga diisi dengan majelis dzikir dan sholawat, macapat Njeng Sunan dari Solo, serta pertunjukan tari sufi.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan Keris Kyai Kertasura secara simbolik oleh pembuatnya, Mpu Thoufiq Braja Lawu dari Solo, kepada juru kunci Petilasan Keraton Kartasura, Mas Ngabehi (Mng.) Surya Hastono Hadi Projonagoro.

Penyerahan keris saat umbul donga di bangsal petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam
Dibuat dengan Konsep Panca Datu
Ketua panitia, Ahmad Budi Ajm, mengatakan Keris Kyai Kertasura dibuat dengan menggabungkan berbagai unsur yang memiliki makna filosofis.
Menurutnya, keris tersebut menggunakan konsep panca datu, yakni perpaduan lima unsur material berupa besi, logam, emas, perak, dan perunggu.
“Jadi lima unsur bumi kita jadikan satu. Kemarin juga ada temuan keris di sekitar area dalam keraton ini. Karena sudah rusak, kita jadikan satu dengan keris ini,” kata Budi.
Tidak hanya mengambil unsur dari bumi, pembuatan Keris Kyai Kertasura juga melibatkan unsur yang dimaknai berasal dari langit, yakni material meteor dan air hujan.
“Antara langit dan bumi kita satukan dengan doa kita. Maka keris Kyai Kertasura ini kita beri pamor Beras Wutah Udan Emas,” ujarnya.

Penyerahan keris saat umbul donga di bangsal petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam
Ia berharap keberadaan keris tersebut dapat menjadi simbol doa dan harapan bagi masyarakat Kartasura.
“Semoga dengan adanya keris ini, Kartasura jaya, Kartasura makmur, Kartasura gemah ripah loh jinawi,” katanya.
Dibuat dari Gotong Royong Warga
Pembuatan Keris Kyai Kertasura diinisiasi oleh Malikasura (Masyarakat Peduli Petilasan Karaton Kartasura). Pendanaan pembuatan keris dilakukan secara mandiri melalui gotong royong dan urunan warga.
Kehadiran keris tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi benda budaya, tetapi juga menjadi simbol keterlibatan masyarakat dalam merawat sejarah dan kebudayaan Kartasura.
Semangat tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam acara Umbul Donga. Tradisi, kesenian, doa, dan kepedulian terhadap peninggalan sejarah dipertemukan dalam satu kegiatan di kawasan petilasan.
Diharapkan Menjadi Ikon Baru Petilasan
Warga Kartasura, Wiryatmoko, menyambut positif keberadaan Keris Kyai Kertasura.

Penyerahan keris saat umbul donga di bangsal petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam
Menurutnya, kehadiran keris tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat sekaligus menjadi penanda baru bagi Petilasan Keraton Kartasura.
“Sebagai warga Kartasura saya bangga. Akhirnya Petilasan Keraton Kartasura memiliki ikon baru, yaitu Keris Kyai Kertasura,” ujarnya.
Ia menilai pembuatan keris yang didukung melalui gotong royong masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warisan budaya di Kartasura masih terus hidup.
“Ini bukti bahwa masyarakat masih memiliki semangat untuk nguri-uri budaya dan peninggalan budaya yang ada di Kartasura,” katanya.

Penyerahan keris saat umbul donga di bangsal petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam
Melalui penyerahan Keris Kyai Kertasura tersebut, masyarakat berharap Petilasan Keraton Kartasura tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi titik tumbuhnya kembali semangat kebudayaan, pelestarian sejarah, dan kebersamaan masyarakat Kartasura.

Penyerahan keris saat umbul donga di bangsal petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam.

Leave a Reply