Progres Tertinggal, 2 Proyek Strategis Sukoharjo Dikebut

Progres Tertinggal, 2 Proyek Strategis Sukoharjo Dikebut
Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sukoharjo, Suyamto mengecek pengerjaan proyek rehabilitasi Jembatan Sayegan, Jumat (23/10/2026).

Tangjungrimba.com, SUKOHARJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mempercepat pengerjaan dua proyek strategis yang mengalami deviasi negatif dari target. Kedua proyek tersebut adalah rehabilitasi Jembatan Sayegan dan rehabilitasi saluran drainase Jalan Bekonang-Mojo, Kecamatan Mojolaban.

Percepatan dilakukan agar kedua proyek tersebut bisa rampung tepat waktu. Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan III 2026, progres kedua proyek hingga September 2026 masih tertinggal dari target yang ditetapkan.

Proyek rehabilitasi Jembatan Sayegan mencatat deviasi negatif 2,91%. Sementara itu, proyek rehabilitasi saluran drainase Jalan Bekonang-Mojo mengalami deviasi negatif lebih besar, yakni 12,705%.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sukoharjo, Suyamto, mengecek langsung proyek rehabilitasi Jembatan Sayegan di Kecamatan Sukoharjo untuk memastikan perkembangan pekerjaan fisik.

“Kami berdiskusi dengan kontraktor pelaksana proyek agar mengebut pekerjaan fisik. Waktunya cukup mepet, tinggal dua bulan lagi,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sukoharjo, Suyamto, Jumat (23/10/2026).

Menurut Suyamto, pengecekan serupa dilakukan di lokasi rehabilitasi saluran drainase Jalan Bekonang-Mojo, Mojolaban. Kontraktor pelaksana didorong mempercepat pengerjaan agar proyek selesai sesuai jadwal tanpa mengabaikan kualitas bangunan.

Tiga Proyek Strategis Sukoharjo Rampung

Pemkab Sukoharjo juga memantau proyek strategis lainnya yang dikerjakan pada 2026. Pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan perkembangan pekerjaan sesuai rencana.

“Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala. Bisa setiap pekan atau bahkan setiap hari untuk memastikan progres pengerjaan proyek on the track,” urai Suyamto.

Pada 2026, Pemkab Sukoharjo mengerjakan 10 proyek strategis. Dari jumlah tersebut, delapan proyek menunjukkan deviasi positif atau progres yang melampaui target. Tiga di antaranya bahkan telah rampung dengan capaian 100%.

Ketiga proyek yang telah selesai adalah pemasangan 300 lampu penerangan jalan umum (LPJU), peningkatan jalan Ambil-ambil-Tanjung, serta peningkatan jalan Tanjunganom-Daleman.

“Monitoring dan evaluasi progres proyek strategis dilakukan untuk mengantisipasi datanya musim penghujan. Cuaca bisa menjadi kendala dan hambatan pekerjaan fisik saat musim penghujan,” papar dia.

Sementara itu, warga Kampung Klurahan, Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo, Zainal, mengatakan fondasi jembatan rapuh akibat tergerus banjir Kali Langsur saat musim hujan. Jembatan tersebut dibangun pada 1986 atau telah berusia sekitar 40 tahun.

Jembatan Seyegan merupakan akses penghubung wilayah Calen-Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo. Zainal berharap rehabilitasi jembatan segera selesai agar bisa kembali digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

“Saya berharap proyek rehabilitasi jembatan segera rampung sehingga bisa kembali dilewati para pengguna jalan yang beraktivitas sehari-hari. Kondisi bangunan jembatan rawan ambrol sehingga membahayakan para pengguna jalan saat musim penghujan,” urai dia.

Leave a Reply