Gandeng Disnaker dan Solo Technopark, LDII Solo Siapkan Pemuda Masuk Dunia Kerja

Gandeng Disnaker dan Solo Technopark, LDII Solo Siapkan Pemuda Masuk Dunia Kerja
Pelatihan Usia Mandiri yang digelar LDII Solo untuk menyiapkan generasi muda memasuki dunia kerja, Minggu (28/6/2026). (Istimewa/LDII Solo)

Tangjungrimba.com, SOLO – Berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Solo dan BLUD Solo Technopark, Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII Solo menyiapkan seribuan lulusan SMA sederajat memasuki dunia kerja dan wirausaha. Langkah ini ditempuh untuk menekan angka pengangguran serta menyiapkan generasi emas 2045.

Dalam kolaborasi yang berkelanjutan ini, sebagai langkah awal anak muda yang baru lulus SMA sederajat diberi pendampingan secara teoretis mengenai dunia kerja, mulai dari arahan, peta jalan, serta motivasi kuat untuk bersiap memasuki ketatnya persaingan di dunia kerja formal maupun rintisan dunia wirausaha.

Pendampingan dikemas dalam bentuk Pengajian Usia Mandiri yang dipusatkan di Masjid Baitul A’la, kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo, Solo, pada Minggu (28/6/2026). Pemateri di antaranya Kepala Bidang Perencanaan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Solo Kris Dwi Tanti dan Manager Dukungan Bisnis Pelayanan dan Pengembangan BLUD Solo Technopark Susilo Budi Arianto ST. 

Ketua DPD LDII Kota Solo, Muhammad Zain, menyampaikan inisiatif menggandeng Disnaker dan Solo Technopark merupakan upaya proaktif organisasi dalam memfasilitasi kebutuhan informasi karier serta melatih kesiapan mental para pemuda menghadapi tantangan industri modern.

“Pengajian usia mandiri ini bertujuan memberikan informasi yang valid dan aplikatif bagi adik-adik yang sudah lulus SMA ke atas. Kami ingin mereka memiliki kesempatan besar untuk memasuki dunia pekerjaan secara profesional sekaligus tetap religius,” kata Zain dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Senin (29/6/2026).

Pendekatan yang diterapkan dalam agenda tersebut mengombinasikan dua aspek utama, yakni mental spiritual dan keahlian praktis. Sebelum para peserta menerima materi teknis dari Disnaker dan Solo Technopark, mereka terlebih dahulu mendapatkan suntikan rohani dan pembekalan keagamaan yang mendalam terkait etika atau akhlakul karimah serta tanggung jawab moral dalam bekerja. 

Alternatif Jalur Pelatihan

Menurutnya, nilai-nilai fundamental seperti kejujuran yang mutlak, profesionalisme tinggi, serta komitmen penuh dalam menjalankan setiap amanah pekerjaan menjadi pondasi utama yang wajib dimiliki oleh generasi muda sebelum terjun ke masyarakat. 

Lebih lanjut, ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks. Dinamika zaman memperlihatkan pergeseran tren, mayoritas anak muda zaman sekarang cenderung lebih tertarik pada tipe pekerjaan yang fleksibel ketimbang pekerjaan formal kantoran yang terikat oleh waktu dan aturan ketat.

Merespons fenomena tersebut, LDII turut menyediakan berbagai alternatif jalur pelatihan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, seperti pelatihan digital marketing dan program afiliasi yang disesuaikan dengan minat masing-masing peserta.

“Kami membuat kolam-kolam pelatihan khusus yang disesuaikan dengan minat mereka. Kalau ada yang ingin menjadi afiliator, kami datangkan pelatih profesional di bidang itu. Begitu juga kalau mereka tertarik mendalami digital marketing, kami fasilitasi semua sarana dan programnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Zain juga menyebut  program yang sama pernah digelar sebelumnya. Dari situ, Zain mengklaim setidaknya 50 persen keluarannya telah mampu hidup mandiri secara finansial dan sukses menjalankan roda usaha mereka sendiri di berbagai bidang seperti bisnis daring dengan komoditas pakaian, sepatu, hingga parfum.

Guna memastikan keseriusan dan hasil yang optimal, seluruh peserta diwajibkan menandatangani lembar komitmen tertulis agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dari awal hingga dinyatakan selesai.

“Bagi mereka yang sudah berhasil berwirausaha, tugas kami berikutnya dari jajaran pengurus adalah membantu mereka untuk melakukan scale up atau peningkatan skala bisnis. Fokus pendampingan kami selanjutnya ada pada aspek penataan manajemen keuangan serta strategi pengembangan usaha yang lebih luas,” ujarnya. 

Leave a Reply